Teman-teman, masih ingat sinema laga kolosal ini gak?

picture taken from: http://antituturtinular2011.blogspot.com/
Yap, Tutur Tinular ini merupakan kisah kolosal, cinta, dan ambisi manusia di zaman runtuhnya Kerajaan Sriwijaya dan berdirinya Kerajaan Majapahit. Kali ini ada versi 2011 nyah:

yang mengundang banyak protes. Memang saya bukan pengamat sejati film-film kolosal macam ini. Dan saya disini pun bukan untuk membicarakan kecacatan dari seri laga kolosal ini.
Saya pun baru menemukan seri laga ini tepat kemarin malam ketika mengetahui bahwa saudara laki-laki saya yang masih duduk dibangku kelas 4 SD ternyata hobi sekali menonton seri-seri laga yang ada di stasiun televisi tersebut. Saat itu saya shock. Saat itu juga saya sedang dilanda kebosanan dan berujung ke rasa penasaran. Akhirnya saya dengan sadar menonton seri laga tersebut. Seri laga tersebut umumnya tidak jauh beda dengan Misteri Gunung Merapi ketika saya masih duduk di bangku SD. Yang membuat perbedaan dan rasa humor disini yaitu animasinya yang masih kurang halus. Saya tertawa ngakak ketika disitu muncul seekor ikan aquarium yang berbicara dengan sangat bijak. Setelah itu ia berenang ke arah samping dengan posisi tubuh yang tidak berubah--tidak seperti cara renang ikan normal. Di situ saya ngakak kembali.
Karena pemandangan absurd itu baru saya lihat kembali, jadi saya pikir #DuniaHarusTahu sehingga saya buru-buru update di akun meracau saya,

picture taken from: http://antituturtinular2011.blogspot.com/
Yap, Tutur Tinular ini merupakan kisah kolosal, cinta, dan ambisi manusia di zaman runtuhnya Kerajaan Sriwijaya dan berdirinya Kerajaan Majapahit. Kali ini ada versi 2011 nyah:

yang mengundang banyak protes. Memang saya bukan pengamat sejati film-film kolosal macam ini. Dan saya disini pun bukan untuk membicarakan kecacatan dari seri laga kolosal ini.
Saya pun baru menemukan seri laga ini tepat kemarin malam ketika mengetahui bahwa saudara laki-laki saya yang masih duduk dibangku kelas 4 SD ternyata hobi sekali menonton seri-seri laga yang ada di stasiun televisi tersebut. Saat itu saya shock. Saat itu juga saya sedang dilanda kebosanan dan berujung ke rasa penasaran. Akhirnya saya dengan sadar menonton seri laga tersebut. Seri laga tersebut umumnya tidak jauh beda dengan Misteri Gunung Merapi ketika saya masih duduk di bangku SD. Yang membuat perbedaan dan rasa humor disini yaitu animasinya yang masih kurang halus. Saya tertawa ngakak ketika disitu muncul seekor ikan aquarium yang berbicara dengan sangat bijak. Setelah itu ia berenang ke arah samping dengan posisi tubuh yang tidak berubah--tidak seperti cara renang ikan normal. Di situ saya ngakak kembali.
Karena pemandangan absurd itu baru saya lihat kembali, jadi saya pikir #DuniaHarusTahu sehingga saya buru-buru update di akun meracau saya,
dan ini beberapa respon dari teman-teman saya,
keesokan harinya @irumeria nge-tweet begini:
Subhanallah. Yah, menurut saya walaupun banyak pelencengan Tutur Tinular versi 2011 dari versi aslinya, setidaknya di era kelatahan ini masih ada yang mau dengan bangga mengangkat kembali sinema laga khas Indonesia dengan mengikuti perkembangan teknologi walaupun masih menggunakan teknologi seadanya.
Semoga perfilman Indonesia semakin sukses dan bisa didukung baik oleh masyarakatnya terutama untuk film-film yang berbau sejarah Indonesia seperti ini :D




Tidak ada komentar:
Posting Komentar