Selasa, 27 Desember 2011

Putaran Terakhir yang Tak Kau Harapkan

Nah, pada tau buku Last Carousel gak? Ini buku karya Didacus Pindho.
Buku ini menceritakan kisah hidup Grasmo, seorang koper koran yang bercita-cita menjadi seorang penulis. Di tengah-tengah rutinitasnya menjadi loper koran, ia bertemu dengan Windca, gadis idamannya. seiring berjalannya hari mereka melakukan hal-hal yang unik dan secara tidak sadar pertemuannya dengan Windca ini membawa dia ke petualangan hidup yang tak akan ia lupakan.
Buku ini juga akan menyadarkan kita pada kerasnya kehidupan dan betapa kuatnya sosok Grasmo dalam menghadapi kehidupan.
Aku sih suka buku ini, selain seru, aku baru baca buku yang menghargai jerih payah petani dalam memberi makan masyarakat Indonesia. Hoho. Banyak nilai moralnya juga disini. Singkat kata sih s-e-r-u walaupun mungkin bagi sebagian orang endingnya tidak seperti yang diharapkan. Hehe. Tapi saya suka :D

Senin, 26 Desember 2011

Tutur Tinular Membuat Semua Orang Menjadi Gempar

Teman-teman, masih ingat sinema laga kolosal ini gak?



picture taken from: http://antituturtinular2011.blogspot.com/


Yap, Tutur Tinular ini merupakan kisah kolosal, cinta, dan ambisi manusia di zaman runtuhnya Kerajaan Sriwijaya dan berdirinya Kerajaan Majapahit. Kali ini ada versi 2011 nyah:

yang mengundang banyak protes. Memang saya bukan pengamat sejati film-film kolosal macam ini. Dan saya disini pun bukan untuk membicarakan kecacatan dari seri laga kolosal ini.
Saya pun baru menemukan seri laga ini tepat kemarin malam ketika mengetahui bahwa saudara laki-laki saya yang masih duduk dibangku kelas 4 SD ternyata hobi sekali menonton seri-seri laga yang ada di stasiun televisi tersebut. Saat itu saya shock. Saat itu juga saya sedang dilanda kebosanan dan berujung ke rasa penasaran. Akhirnya saya dengan sadar menonton seri laga tersebut. Seri laga tersebut umumnya tidak jauh beda dengan Misteri Gunung Merapi ketika saya masih duduk di bangku SD. Yang membuat perbedaan dan rasa humor disini yaitu animasinya yang masih kurang halus. Saya tertawa ngakak ketika disitu muncul seekor ikan aquarium yang berbicara dengan sangat bijak. Setelah itu ia berenang ke arah samping dengan posisi tubuh yang tidak berubah--tidak seperti cara renang ikan normal. Di situ saya ngakak kembali.
Karena pemandangan absurd itu baru saya lihat kembali, jadi saya pikir #DuniaHarusTahu sehingga saya buru-buru update di akun meracau saya,



dan ini beberapa respon dari teman-teman saya,



keesokan harinya @irumeria nge-tweet begini:


Subhanallah. Yah, menurut saya walaupun banyak pelencengan Tutur Tinular versi 2011 dari versi aslinya, setidaknya di era kelatahan ini masih ada yang mau dengan bangga mengangkat kembali sinema laga khas Indonesia dengan mengikuti perkembangan teknologi walaupun masih menggunakan teknologi seadanya.
Semoga perfilman Indonesia semakin sukses dan bisa didukung baik oleh masyarakatnya terutama untuk film-film yang berbau sejarah Indonesia seperti ini :D