Selasa, 10 Januari 2012

Freddie 'Ganteng' Highmore

heyyaaa, ini terinspirasi dari postingan sebelumnya. Gara-gara The Art of Getting By jadi kesengsem gini sama kang Freddie Highmore. Haha!



Alfred Thomas Highmore lahir pada 14 Februari 1992 (cuman beda setahun!) di London, Inggris dari pasangan Edward Highmore dan Sue Latimore. Kedua orangtuanya ini memang bekerja di bidang show business. Wajar aja yak anaknya bergelut di dunia akting. Freddie juga punya adik laki-laki namanya Bertie Highmore. Film terkenal yang udah doi bintangin  Finding Neverland, Five Children and It, Charlie and the Chocolate Factory, Arthur and the Invisibles, August Rush, The Golden Compass, The Spiderwick Chronicles, dan The Art of Getting By. Kebanyakan udah saya tonton nih film dia tapi belum menemukan gantengnya dia soalnya di film-film terdahulunya beliau seperti ini


ta-dah!

i got the golden ticket!

1, 2, 3, scream aaaa!!!



Baru saya temuin kalau dia gantengbanget tuh di The Art of Getting By.Ya mungkin karena emang umurnya lagi ganteng-gantengnya kali ya. Hihi. Dan mungkin masih efek nonton The Art of Getting By saya lagi seneng ngeliat Freddie sama Emma.









The Art of Getting By

ada yang udah nonton film ini?



yap, it's Freddie Highmore and Emma Roberts! The Art of Getting By ini film besutan Gavin Wiesen yang diikutin ke Sundance Film Festival 2011. Di sini Freddie jadi George, anak penyendiri yang gak pernah ngerjain PR padahal dia udah mau lulus! gila gak tuh? -,- dia itu seperti itu karena waktu kecil dia pernah ngeliat quote yang berbunyi "You are born alone, die alone, and everything else is an illusion" dan dia percaya. Jadi dia gak dapet inti dari sekolah dan mengerjakan tugas. Dia jadi gak bisa mikir dengan bener. . Pokoknya jadi stress dan agak depresi. Tapi dia jadi ganteng banget. Terus dia ketemu sama Sally yang diperankan oleh Emma Roberts. Sejak itu George jadi semangat sekolah dan berteman. Ya, ketebak lah dia melakukan itu semua karena dia suka sama Sally. Karena cuma Sally yang bisa mengubah dia yang loner jadi rada gaul. Hidupnya George gak berubah sampai situ, dia dikenalin sama kepala sekolah dan guru seni nya pada Dustin (yang diperankan Michael Angarano) seorang alumni sekolahnya yang sekarang menjadi seniman.

Mungkin beberapa yang udah liat film ini beranggapan film ini membosankan atau mereka bahkan kurang mengerti maksud film ini apa, tapi menurut aku ini film benar-benar menunjukkan konflik anak remaja yang sesungguhnya. Ditambah lagi chemistry dari dua bintang ini yang bener-bener oke dan Freddie yang makin ganteng.



penasaran? tonton aja! :D

Jumat, 06 Januari 2012

Raise Your F**kin' Glass!


So raise your glass if you are wrong in all the right ways all my underdogs
Sedikit bagian dari lagu Raise Your Glass-nya Pink. Sesungguhnya lagu ini sangat membantu ketika kamu sedang down ataupun fucked up.
So raise your glass if you are wrong
In all the right ways, all my underdogs
We will never be, never be anything but loud
And nitty gritty, dirty little freaks
Bagian ini yang paling aku suka
So if you're too school for cool
And you're treated like a fool
(You're treated like a fool)
You can choose to let it go
We can always, we can always party on our own
"and you're treated like a fool" Itu bener-bener menggambarkan yang aku rasakan dari zaman sekolah sampai detik ini. Banyak banget kecurangan dan ketidakadilan yang aku rasain tapi aku gak bisa berbuat apa-apa. Sayangnya kita harus tetap berjuang dengan 'party on our own'. Yeah, do what makes yourself valuable no matter how fucked up you are. Best revenge!



Made a wrong turn
Once or twice
Dug my way out
Blood and fire
Bad decisions
That's alright
Welcome to my silly life

Mistreated this place
Misunderstood
Miss knowing it's all good
It didnt slow me down.


Mistaking
Always second guessing
Underestimating

Look I'm still around

Pretty, pretty please
Dont you ever, ever feel
Like you're less than
Fucking perfect

Pretty, pretty please
If you ever, ever feel
Like you're nothing
You're fucking perfect to me

You're so mean
When you talk
About yourself, you were wrong
Change the voices in your head

Make them like you instead
So complicated
Look how we all make it
Filled with so much hatred
Such a tired game


It's enough
I've done all I can think of
Chased down all my demons
I've seen you do the same

Oh

Pretty, pretty please
Dont you ever, ever feel
Like you're less than
Fucking perfect

Pretty, pretty please
If you ever, ever feel
Like you're nothing
You're fucking perfect to me

The whole worlds scared
So I swallow the fear
The only thing I should be drinking
Is an ice cold beer

So cool in line
And we try, try, try
But we try too hard
And it's a waste of my time

Done looking for the critics
Cause they're everywhere
They don't like my jeans
They don't get my hair

Exchange ourselves
And we do it all the time
Why do we do that?
Why do I do that?

Why do I do that?

Yeeeeaaaahhh
Oooooooh
Oh baby pretty please

Pretty, pretty please
Dont you ever feel
Like you're less than
Fucking perfect

Pretty, pretty please
If you ever, ever feel
Like you're nothing
You're fucking perfect to me

You're perfect, you're perfect

Pretty, pretty please
If you ever, ever feel
Like you're nothing
You're fucking perfect to me
Itu dia keseluruhan lirik dari lagu Fuckin' Perfect-nya Pink. Lagu ini cocok banget didengerin pas lagi galau-galaunya menghadapi suatu masalah. Bisa jadi karena nilaimu yang masih jelek padahal kamu udah berusaha sedangkan yang lain dengan mudah bisa mendapatkan nilai bagus. Atau kadang merasa hidup ini gak adil, semua yang ada di sekelilingmu ini gak adil. Dan aku pastinya sangat berterimakasih pada Pink yang telah memberi nyawa pada lagu ini, memberi semangat setiap orang yang merasa nothing. Cuman Pink yang menganggap aku fucking perfect. Terimakasih Pink, you're fucking PERFECT!

Kamis, 05 Januari 2012

SUCKer Punch


Belakangan ini baru aja aku nonton Sucker Punch, film bergenre fantasy karya Zack Synder. Sebenernya udah penasaran nih sama film ini dari sebelum film ini muncul di peredaran, sayangnya baru kesampean kemaren-kemaren nontonnya. Hehe. Apa yang membuat aku tertarik pada film ini? It's simple, Keren. Ya, kalau dilihat dari poster itu tampaknya seperti film yang mengisahkan cewek-cewek jagoan dengan efek-efek yang gak kalah keren. Well, gak salah. Film yang beredar di pasaran bulan Maret 2011 ini memang mempunyai efek-efek yang keren, gambar yang artistik, dan lumayan breath-taking.
Film ini menceritakan tentang Baby Doll (diperankan oleh Emily Browning) yang dinarasikan oleh Sweet Pea (Abbie Cornish) teman seperjuangannya. Baby Doll yang baru aja jadi yatim piatu harta warisannya mau direbut sama pamannya yang jahat kemudian dimasukkan ke semacam rumah sakit jiwa gitu sama pamannya karena dituduh gila. Namun ternyata rumah itu isinya cewek-cewek yang dijadiin sebagai penari (semacam striptease). Baby jelas gak bisa tinggal diam, dia berniat untuk kabur dari rumah itu dan melanjutkan hidup, tapi Baby gak bisa menjalankan misinya sendirian. Dia butuh teman-teman untuk mensukseskan misinya.

mari berperang dengan pasukan boneka!


Di film ini terlalu banyak adegan kekerasan yang sangat berlawanan dengan karakter-karakter 'boneka' dan kurangnya inti yang bisa diambil dari film ini membuat alur cerita kurang breath-taking. Untungnya film ini didukung oleh soundtrack yang pas sehingga kita bisa mendapatkan feel yang mereka ingin sampaikan pada kita. Emily Browning sendiri menyanyikan beberapa lagu untuk soundtrack film ini.

Selasa, 27 Desember 2011

Putaran Terakhir yang Tak Kau Harapkan

Nah, pada tau buku Last Carousel gak? Ini buku karya Didacus Pindho.
Buku ini menceritakan kisah hidup Grasmo, seorang koper koran yang bercita-cita menjadi seorang penulis. Di tengah-tengah rutinitasnya menjadi loper koran, ia bertemu dengan Windca, gadis idamannya. seiring berjalannya hari mereka melakukan hal-hal yang unik dan secara tidak sadar pertemuannya dengan Windca ini membawa dia ke petualangan hidup yang tak akan ia lupakan.
Buku ini juga akan menyadarkan kita pada kerasnya kehidupan dan betapa kuatnya sosok Grasmo dalam menghadapi kehidupan.
Aku sih suka buku ini, selain seru, aku baru baca buku yang menghargai jerih payah petani dalam memberi makan masyarakat Indonesia. Hoho. Banyak nilai moralnya juga disini. Singkat kata sih s-e-r-u walaupun mungkin bagi sebagian orang endingnya tidak seperti yang diharapkan. Hehe. Tapi saya suka :D

Senin, 26 Desember 2011

Tutur Tinular Membuat Semua Orang Menjadi Gempar

Teman-teman, masih ingat sinema laga kolosal ini gak?



picture taken from: http://antituturtinular2011.blogspot.com/


Yap, Tutur Tinular ini merupakan kisah kolosal, cinta, dan ambisi manusia di zaman runtuhnya Kerajaan Sriwijaya dan berdirinya Kerajaan Majapahit. Kali ini ada versi 2011 nyah:

yang mengundang banyak protes. Memang saya bukan pengamat sejati film-film kolosal macam ini. Dan saya disini pun bukan untuk membicarakan kecacatan dari seri laga kolosal ini.
Saya pun baru menemukan seri laga ini tepat kemarin malam ketika mengetahui bahwa saudara laki-laki saya yang masih duduk dibangku kelas 4 SD ternyata hobi sekali menonton seri-seri laga yang ada di stasiun televisi tersebut. Saat itu saya shock. Saat itu juga saya sedang dilanda kebosanan dan berujung ke rasa penasaran. Akhirnya saya dengan sadar menonton seri laga tersebut. Seri laga tersebut umumnya tidak jauh beda dengan Misteri Gunung Merapi ketika saya masih duduk di bangku SD. Yang membuat perbedaan dan rasa humor disini yaitu animasinya yang masih kurang halus. Saya tertawa ngakak ketika disitu muncul seekor ikan aquarium yang berbicara dengan sangat bijak. Setelah itu ia berenang ke arah samping dengan posisi tubuh yang tidak berubah--tidak seperti cara renang ikan normal. Di situ saya ngakak kembali.
Karena pemandangan absurd itu baru saya lihat kembali, jadi saya pikir #DuniaHarusTahu sehingga saya buru-buru update di akun meracau saya,



dan ini beberapa respon dari teman-teman saya,



keesokan harinya @irumeria nge-tweet begini:


Subhanallah. Yah, menurut saya walaupun banyak pelencengan Tutur Tinular versi 2011 dari versi aslinya, setidaknya di era kelatahan ini masih ada yang mau dengan bangga mengangkat kembali sinema laga khas Indonesia dengan mengikuti perkembangan teknologi walaupun masih menggunakan teknologi seadanya.
Semoga perfilman Indonesia semakin sukses dan bisa didukung baik oleh masyarakatnya terutama untuk film-film yang berbau sejarah Indonesia seperti ini :D